Jurnal Al-Waliy
5 artikel
Belakangan ini, baik di media sosial atau temen-temen terdekat kita, seneng banget konsumsi air putih dingin. Selain untuk melawan udara panas dan untuk menyegarkan, air putih dingin ternyata senyaman itu, baik rasanya maupun manfaatnya. Dan, pernah denger "jangan sering minum air dingin, nanti gemuk!" gak? Emang bener begitu?
Banyak orang merasa ramuan herbal terasa lebih “manjur” kalau diminum hangat. Bukan sekadar kebiasaan, ternyata ada alasan praktis dan ilmiah di baliknya. Dari proses ekstraksi zat aktif sampai penyerapan di tubuh, suhu minuman memang berpengaruh.
Ada orang yang minum herbal hanya ketika sedang merasa kurang enak badan. Ada juga yang menjadikannya bagian dari rutinitas sehari-hari—seperti minum teh atau kopi. Lalu muncul pertanyaan yang cukup sederhana: kalau herbal berasal dari tanaman, apakah berarti aman dikonsumsi setiap hari? Jawabannya tidak sesederhana “boleh” atau “tidak boleh”. Herbal memiliki jenis tanaman, bentuk produk, kadar senyawa, dosis, dan cara penggunaan yang berbeda-beda. Karena itu, kebiasaan mengonsumsi satu produk herbal tidak bisa begitu saja disamakan dengan produk lainnya.
Herbal sering dianggap aman karena berasal dari bahan alami. Padahal, seperti halnya bahan lain yang dikonsumsi, jumlah dan cara penggunaannya tetap perlu diperhatikan. Lalu, mengapa dosis penting dalam penggunaan herbal?
Pahami bahaya konsumsi gula berlebih bagi tubuh, mulai dari diabetes tipe 2 hingga risiko cuci darah di usia muda. Temukan batas aman Kemenkes, gejala overload, serta cara mendeteksi gula tersembunyi (hidden sugar) dalam kemasan.

